
Gorontalo —Yusrin Harun, mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), berhasil mencatatkan prestasi membanggakan setelah artikelnya terpilih dan dipresentasikan dalam forum akademik internasional, The 5th Annual Meeting and International Conference bertema “Rethinking Quranic Studies in the Digital Era”. Kegiatan ini merupakan agenda ilmiah Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (AIAT) se-Indonesia yang dilaksanakan di Gorontalo pada 13–16 September 2022.
Forum internasional yang berlangsung di Hotel Aston Kota Gorontalo tersebut mendiskusikan perkembangan kajian Al-Qur’an, pemikiran Islam, serta dinamika keilmuan Islam di era digital. Dalam forum itu, Yusrin Harun tampil sebagai salah satu presenter dan mempresentasikan gagasan ilmiahnya di hadapan peserta serta presenter lainnya dengan judul artikelnya “Rethinking Quranic Interpretation in the Digital Era: Challenges and Opportunities for Contemporary Islamic Thought”.
Keberhasilan Yusrin menjadi presenter dalam seminar internasional ini bukan hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam. Di tengah suasana akademik yang kompetitif, Yusrin mampu tampil percaya diri, menyampaikan pokok-pokok pemikirannya secara sistematis, serta menunjukkan kematangan intelektual sebagai mahasiswa yang siap berkontribusi dalam forum ilmiah berskala internasional.
Penampilan Yusrin di hadapan presenter lain mendapat perhatian karena ia mampu membawa gagasan akademik dengan bahasa yang terstruktur dan argumentasi yang kuat. Keikutsertaan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa AFI tidak hanya aktif dalam ruang perkuliahan, tetapi juga mampu masuk ke ruang-ruang akademik yang lebih luas.
Ketua Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Ferlin Anwar, menyampaikan rasa bangga atas prestasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan Yusrin Harun tampil dalam seminar internasional menunjukkan bahwa mahasiswa AFI memiliki potensi akademik yang besar dan mampu bersaing di forum ilmiah bergengsi.
“Kami sangat bangga dengan capaian ini. Yusrin Harun telah menunjukkan bahwa mahasiswa AFI memiliki kemampuan akademik, keberanian, dan kepercayaan diri untuk tampil di forum internasional. Ini adalah prestasi yang patut diapresiasi,” ujar Ferlin Anwar.
Ia menambahkan, prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus menulis, meneliti, dan berani mempresentasikan gagasan ilmiah di berbagai forum akademik. Menurutnya, mahasiswa harus dibiasakan untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga menjadi bagian dari produksi pengetahuan.
Partisipasi Yusrin Harun dalam seminar internasional ini sekaligus memperkuat komitmen Prodi AFI dalam membangun tradisi akademik yang unggul, kritis, dan produktif. Melalui capaian tersebut, Prodi AFI berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk mengembangkan kapasitas intelektual, memperluas jejaring keilmuan, serta membawa nama baik program studi dan kampus di tingkat nasional maupun internasional.