Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menggelar International Seminar bertema “The Integration of Religious Philosophy and Sciences”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 4, Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo ini dihadiri oleh mahasiswa dan dosen untuk membahas bagaimana relasi/hubungan antara agama, filsafat dan sains.
Seminar ini menghadirkan narasumber yang luar biasa, yakni Dr. Kartini Binti Kamaruzzaman (Universiti Sains Islam Malaysia), Aminudin, S.Fil.I.,M.Hum. (Sekretaris Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam), dan Ferlin Anwar, S.Ag.,M.Fil.I (Ketua Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam).
Dalam pemaparannya, para narasumber membahas topik-topik, diantaranya: Harmoni antara agama dan sains, bagaimana peran filsafat dalam memahami realitas, kemudian terkait pengaruh agama terhadap perkembangan sains, dan yang terakhir etika sains dan implikasinya kepada masyarakat.
Dr. Kartini Binti Kamaruzzaman, memaparkan bahwa dalam dunia islam klasik sudah mengenal lebih jauh soal sains, terbukti para pemikir muslim dulu seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibn Sina dan lain-lain telah sukses memperkenalkan ke dunia sains islam dan itu pengaruhnya sampai saat ini luar biasa, bahkan menjadi rujukan para ilmuan barat belakangan. Paparnya.
Sementara itu, Aminudin, S.Fil.I.,M.Hum. membahas terkait harmoni agama dan sains itu terbukti ketika kita membaca para pemikiran-pemikiran para tokoh filosof abad pertengahan Ibn Rusyd misalkan berpendapat bahwa agama dan filsafat tidak bertentangan karena keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu mengenal Tuhan. Ia berargumen bahwa filsafat bertugas menyelidiki realitas (maujud) sebagai bukti tuhan itu eksis, sementara agama memberikan panduan moral dan spiritual ,” tegas Aminudin.
Narasumber lainnya, Ferlin Anwar, S.Ag.,M.Fil.I, menekankan tentang ilmu itu sangatlah luas, tetapi jika dihubungkan satu sama lain akan saling melengkapi, misalkan dalam dunia Islam kita mempunyai panduan yang sangat jelas yakni Al-Quran, misalkan pada Qs. Ali Imaran : 190-191 ayat ini menjelaskan secara spesifik tentang tanda-tanda kekuasaan Allah bagi Ulul Albab (orang-orang yang berpikir dan berdzikir), ayat ini menggambarkan penciptaan langit dan bumi, proses bergantinya siang dan malam, serta fenomana lain yang merupakan mutlak kekuasaan Allah SWT ini sangat ilmiah dan sains sekali.. ” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Para mahasiswa mendapatkan wawasan baru mengenai hubungan atau keterkaitan antara agama, filsafat dan sains. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pemahaman yang sangat baru terait hal tersebut.
Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman serta wawasan serta memperkuat dialog antara agaa, filsafat dan sains untuk menciptakan pemahaman yang lebih mendalam tentang realitas kehidupan.
